Kamis, 10 Maret 2016

STRATEGI PEMBELAJARAN RASULULLAH SAW

   Dalam konteks pembelajaran, Nabi Muhammad SAW sangat kaya dengan strategi dalam menyampaikan pesan-pesan pendidikannya, sehingga tujuan pendidikan yang dikenhendaki dapat tercapai dengan baik. Beberapa strategi pembelajaran yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW antara lain :

1. MENDIDIK DENGAN CONTOH TELADAN

  • Nabi Muhammad SAW mempresentasikan dan mengekspresikan apa yang ingin diajarkan melalui tindakannya, dan kemudian diterjemahkan ke dalam kata-kata. Contoh : bagaimana memuja Allah SWT, bersikap sederhana, sholat dan doa, makan dan minum, tertawa, berjalan.
  • Seluruh perilaku Nabi Muhammad SAW, merupaka acuan bagi para sahabat sekaligus materi  pendidikan yang tidak langsung.
  • Mendidik dengan contoh merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dianggap besar pengaruhnya, sebagai hasilnya apapun yang diajarkan dapat diterima dan ucapannya menembus hati.
  • Segala yang dicontohkan dalam kehidupannya merupakan cerminan kandungan Al Quran secara utuh (QS. Al Azhab : 21 ), diantaranya tentang kesederhanaan, kerendahan hati, kedermawanan, kebenaran, keyakinan, senda gurau, senyuman, penghormatan dan keramahan (pergaulan)
2. MENDIDIK DENGAN TARGHIB DAN TARHIB
  • Targhib berasal dari kata kerja : roghoba (menyenangi, menyukai, mencintai, rangsangan), menjadi kata benda targhib (suatu harapan untuk memperoleh kesenangan, kecintaan dan kebahagiaan). Secara psikologi, cara itu akan menimbulkan daya tarik yang kuat untuk menggapainya.
  • Tarhib berasal dari kata kerja rohobba (menakut-nakuti, mengancam/ancaman), menjadi kata benda tarhib (ancaman hukuman).
  • Al-Nahlawi mendefinisikan targhib dan tarhib, targhib adalah janji yang disertai dengan bujukan dan membuat senang terhadap suatu yang mashlahat, terhadap kenikmatan akhirat dan suka terhadap kebersihan. Sedangkan tarhib adalah suatu ancaman atau siksaaan sebagai akibat melakukan dosa atau kesalahan yang dilarang Allah SWT atau akibat tengah melakukan dosa atau kesalahan dalam menjalanakan kewajiban yang diperintahkan Allah SWT
Bentuk dari targhib dan tarhib yang dilakukan oleh Rasullah SAW yaitu :
1. Bentuk Targhib
  1. Rangsangan mau menolong antarsesama ("barang siapa yang ingin diselamatkan Allah dari kesulitan-kesulitan hari kiamat, maka hendaklah dia meringankan beban orang yang susah atau menghapus hutangnya" HR  Muslim dari Abu Qotadah RA)
  2. Rangsangan mau selalu beribadah ("hendaklah kamu banyak bersujud kepada Allah, sebab tidaklah kamu sujud satu kali kepada Allah, kecuali Allah mengangkatmu satu derajat dan menghapusnya dari kamu satu kesalahan" HR Imam Ahmad, Musllim, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah dari Tsubah dan Abu Darda RA)
  3. Rangsangan bersikap sabar ("sederhanalah dan berlaku luruslah, maka didalam setiap musibah adalah kafarat (penebus dosa) sampai kepada sebuah petaka yang menimpanya atau sebuah duri yang menusuknya" HR Imam Ahmad, Muslim, Tirmidzi dari Abu Hurairoh RA)
  4. Rangsangan beramal kebaikan ("barangsiapa menyingkirkan duri di jalan, maka dituliskan baginya kebaikan. Dan barang siapa dterima daipadanya suatu kebaikan niscaya dia masuk surga" HR. Bukhori dari Ma'qol ibn Yassar RA.)
  5. Rangsanagan selalu bekerja keras ("barangsiapa menanam bibit tanaman sekalipun tidak dimakan oleh manusia dan tidak pula oleh mahluk Allah lainnya melainkan Allah menuliskan sedekah untuknya" HR Imam Ahmad, Thabrany dan Abu Darda RA) 
2. BentukTarhib

  1. Ancaman bagi orang yang sombong " bukan golongan kami orang yang tidak menyayangi yang kecil dan tidak menghormati yang besar."
  2. Ancaman bagi orang yang bersumpah palsu "sesungguhnya tidaklah seorang hamba atau seorang laik-laki memotong (mengambil) harta orang lain dengan sumpahnya, melainkan dia akan menemui Allah nanti pada hari yang dia menemui-Nya dalam keadaan terpotong (cacat tubuhnya)" HR. Imam Ahmad dari Ahnaf ibn Qois RA).
  3. Ancaman bagi yang memfitnah ("tidak akan masuk surga yang memfitnah/mengadu-adu" HR. Bukhori-Muslim dari Hudzaifah RA.)
  4. Ancaman bagi yang dzolim ("wahai manusia takwalah kalian kepada Allah, demi Allah tidaklah seorang mukmin berlaku dzolim kepada mukmin yang lain, melainkan Allah akan menyiksanya pada hari kiamat" HR. Abdullah ibn Humaid dari Sa'id al-Khudri RA.)
3. MENDIDIK DENGAN PERUMPPAMAAN
    Perumpamaan dilakukan oleh Rasulullah SAW sebagai satu strategi pembelajaran untuk semudah mungkin, diantaranya :
  • Perumpamaan orang bakhil dan dermawan "Rasulullah telah memberikan contoh perumpamaan orang yang bakhil dan orang yang dermawan, bagaikan dua orang yang memakai baju besi yang berat bagian tangan dan tulang bahunya, maka orang yang dermawan tiap ia sedekah makin melebar bajunya sehingga dapat menutupi ujung jari kakinya, sedangkan si bakhil jika ingin sedekah mengkerut dan tiap pergelangan makin sempit dan tidak berubah dari tempatnya" HR. Bukhori-Muslim dari Abu Hurairah RA.)
  • perumpaan orang suka memberi dengan suka meminta "tangan yang diatas lebih baik dari tangan yang dibawah, tangan yang diatas itu yang memberi dan yang dibawah yang meminta" HR. Bukhori -Muslim dari Abdullah ibn Umar RA.)
  • Perumpamaan kawan baik dan jelek 
          Dalama memberikan pendidikan selalu mengarahkan agar manusia senantiasa berteman dengan orang-orang sholeh, rasulullah mengumpamakan bahwa bergaul dengan orang sholeh bagaikan orang yang membawa minyak kasturi artinya selalau wangi dan akan timbul sifat saling memberi dan menolong. Sedangkan orang yang jahat diumpamakan dengan pandai besi.


4. MENDIDIK DENGAN NASIHAT 
    Pembelajaran Nabi Muhammad melalui nasiahat diantaranya:

  1. Nasihat menjaga amanat "tunaikan amanat itu untuk orang yang memberi kepercayaan kepadamu dan jangan engkau khianat terhadap orang yang telah berkhianat kepadamu" HR. Bukhori, Abu Dauwud, Tirmizi dari Abu Hurairoh RA
  2. Nasihat memelihara ucapan 
          Dalam hadits, Rasulullah SAW berpesan jika kita tidak dapat berkata-kata yang bermanfaat                 lebih baik diam artinya hendaklah setiap perkataan yang keluar dari mulut seseorang dapat                   bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain, sebaliknya orang akan celaka jika tidak mampu                 menguasai lidahnya.
      3. Nasihat kesadaran akan dosa "kuasailah lidahmu, lapangkanlah rumahmu, dan menangislah                 atas kesalahanmu" HR. Tirmizi dari Uqbah ibn Amir RA. Menguasai lidah berarti menjauhi                 fitanh serta menangis penuh penyesalan karena dosa yang dilakukan, dan Allah SWT menyukai           orang-orang yang bertaubat.


5. MENDIDIK DENGAN CARA MEMUKUL
    Perintah memukul ini mengandung makna yang snagat dalam, menginggat Rasulullah SAW sendiri dalam konteks pendidikan tidak pernah memukul (dengan tangan) selama hidupnya. Perintah ini hanyalah menunjukan ketegasan Rasulullah SAW untuk menanamkan kebiasaaan positif yang harus dimulai sejak anak-anak.
   Rasulullah SAW tidak bermaksud memukul untuk menyakiti, karenanya beliau tidak diperkenankan memukul bagian-bagan vbaiann-bagian vital seperti wajah, kepala dan dada.
      Memukul dalam hal ini tidak dilandasi oleh emosional dan kemarahan, tetapi sebaliknya dilandasi dengan kasih sayang, keikhlasan dan semata-mata karena Allah SWT.
     Tidak ditemukan bukti-bukti bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan pemukulan terhadap peserta didiknya, bukti yang ada justru menerangkan bahwa Rasuulullah SAW memiliki perilaku yang lemah lembut dan dengan cara-cara yang baikdalam menyampaikan ajaran-ajaran Isam.

Sabtu, 05 Maret 2016

Pendidikan Islam pada Masa Rasulullah SAW

PENDIDIKAN ISLAM pada MASA RASULULLAH SAW



Pendidikan Islam pada masa Rasulullah SAW dapat dibedakan menjadi 2 periode yaitu periode Makkah dan periode Madinah.

1. Pendidikan Islam pada Masa Rasulullah SAW di Makkah.
    
   Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama di Gua Hiro daerah kota Makkah pada tahun 610 M. Dalam wahyu yang itu termaktub ayat Al Quran yang artinya "Bacalah (ya Muhammad) dengan nama Tuhanmu yang telah menjadikan (semesta alam). Dia menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu maha pemurah. Yang mengajarkan denga pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya". (QS. Al Alaq : 1-5)
 
    Kemudian disusul oleh wahyu yang kedua termaktub ayat Al Quran yang artinya : "Hai orang yang berkemul (berselimut). Bangunglah, lalu berilah peringatan dan Tuhanmu agungkanlah dan pakianmu bersihkanlah dan perbuatan dosa tinggalkanlah. Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah". QS Al Mudatsir : 1-7).

   Dengan turunnya wahyu Nabi Muhammad SAW telah diberi tugas oleh Allah, supaya bangun melemparkan kain selimut dan menyingsingkan lengan baju untuk memberi peringatan dan pelajaran kepada seluruh umat manusia, sebagai tugas suci, tugas mendidik dan mengajarkan Islam. Kemudian kedua wahyu itu diikuti oleh wahyu-wahyu yang lain. Semuanya itu disampaikan dan diajarkan oleh Nabi SAW, mula-mula kepada karib kerabatnya dan teman sejawatnya dengan sembunyi-sembunyi. Setelah banyak orang memeluk Islam, lalu Nabi menyediakan rumah Al-Arqam bin Ali Arqam untuk tempat pertemuan sahabat-sahabat dan pengikutnya. Ditempat itulah pendidikan Islam pertama dalam sejarah pendidikan Islam. Disanalah NabiSAW mengajarkan dasar-dasaratau pokok-pokok agama Islam kepada sahabat-sahabatnya dan membacakan wahyu-wahyu (ayat-ayat) al Quran kepada para pengikutnya serta Nabi SAW menerima tamu dan orang-orang hendak memeluk agama Islam atau menanyakan hal-hal yang berhubunga dengan agama Islam. Bahkan disanalah Nabi SAW beribadah (sholat) bersama sahabat-sahabatnya.

  Dalam masa pembinaan pendidikan agama Islam di Makkah Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan Al Quran karena Al Quran merupakan intisari dan sumber pokok ajaran Islam. Disamping itu Nabi Muhammad SAW, mengajarkan tauhid keapda umatnya.


   Mahmud Yunus dalam bukunya Sejarah Pendidikan Islam, menyatakan bahwa pembinaan pendidikan Islam pada masa Makkah meliputi :
a. Pendidikan Keagamaan
   Yaitu hendakklah membaca dengan nama Allah semata jangan di persekutukan dengan nama berhala.
b. Pendidikan Aqliyah dan Ilmiyah
   Yaitu mempelajari kejadian manusia dari segumpal darah dan kejadian alam semesta.
c. Pendidikan Akhlak dan Budi Pekerti
  Yaitu Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada sahabatnya agar berakhlak baik sesuai dengan ajaran tauhid.
d. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.
    Yaitu mementingkan kebersihan pakaian, badan dan tempat kediaman.


2. Pendidikan Islam pada Masa Rasulullah SAW di Madinah
    Berbeda dengan periode di Makkah, pada periode di Madinah Islam merupakan kekuatan politik. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. Nabi Muhammad SAW juga mempunyai kedudukan, bukan saja sebagai kepala agama, tetapi juga sebagai kepala Negara.
     Cara Nabi SAW melakukan pembinaan dan pengajaran pendidikan agama Islam di Madinah adalah sebagai berikut :

1. Nabi Muhammad SAW mengikis habis sisa-sisa permusuhan dan pertentangan antarsuku, dengan jalan mengikat tali persaudaraan orang-orang, mula-mula diantara sesama Muhajirin, kemudian diantara Muhajirin dan Anshar. Dengan lahirnya persaudaraan itu bertambah kokohlah persatuan kaum muslimin.
2. Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada kaum Muhajirin untuk berusaha dan bekerja sesuai dengan kemampuan dan pekerjaan masing-masing seperti waktu di Makkah.
3. Untuk menjalin kerjasama dan saling menolong dalam rangka membentuk tata kehidupan masyarakat yang adil dan makmur, turunlah syariat zakat dan puasa, yang merupakan pendidikan bagi warga masyarakat dalam tanggung jawab sosial, baik secara materiil maupun moral.
4. Disayariatkannya media komunikasi berdasarkan wahyu, yaitu shalat jumat yang dilaksanakan secara berjamaah dan adzan. Dengan sholah jumat tersebut hampir seluruh warga masyarakat berkumpul untuk secara langsung mendengar khutbah dari Nabi Muhammad SAW dan shalat jamaah jumat.
5. Nabi SAW mengadakan perjanjian dengan kaum Yahudi, penduduk Madinah. Dalam perjanjian itu ditegaskan, bahwa kaum Yahudi bersahabat dengan kaum muslimin, tolong-menolong, bantu-membantu, terutama bila ada serangan musuh terhadap Madinah. Mereka harus memperhatikan negri bersam-sama kaum Muslimin, disamping itu kaum Yahudi merdeka memeluk agamanya dan bebas beribadat menurut kepercayaannya. Inilah salah satu persahabatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.




Senin, 22 Februari 2016

Hidup Itu Proses

Hidup adalah proses. Proses mempelajari sesuatu. Dari yang kita tidak tahu menjadi tahu. Belajar tidak hanya sekali. Namun berkali-kali. Semua tidak ada yang instan. Proses belajarpun kadang tidak semulus dan selancar yang kita kira. Dalam belajar kadang kita mengalami kegagalan, bahkan sampai berkali-kali. Sampai kadang kita lelah untuk mencobanya. Namun, gagal bukanlah alasan untuk kita berhenti belajar. Justru gagal adalah semangat untuk kita bisa. Kita harus tetap mencoba, mencoba, dan mencoba sampai kita bisa. Dalam proses belajar kitapun butuh teman yang bisa membantu kita agar berhasil. Butuh dukungan dari orang lain untuk tetap memotivasi kita dalam proses belajar kita. Tak jarang proses yang kita lalui sangat panjang, melelahkan, menyakitkan. Saat kita gagal banyak orang lain di luar sana yang mencibir kita. Tak usah dihiraukan. Tak usah malu, justru itu harus kita jadikan motivasi. Sukses itu butuh perjuangan, butuh kerja keras, butuh air mata, butuh dihina. Tak usah putus asa teruslah berproses. Dan percayalah jika kita berusaha dengan sungguh-sungguh Allah pasti akan membantu kita. Allah tidak pernah tidur. Tetaplah berproses. Jangan lupa juga untuk selalu berdoa pada Allah agar usaha kita bisa lancar dan sukses. Semangat berproses kawan :-)

Sabtu, 13 Desember 2014

Keajaiban Air Mata

Janganlah Menangis kalu tak tercapai cita-cita, sebab bukankah Tuhan yang telah menentukannya ?
janganlah menangis saat menonton film karena itu hanya lakon. Maksudnya janganlah menangis karena cinta tak berbalas, sebab mungkin dia bukan jodoh yang telah Tuhan tetapkan.
Janganlah menangis jika gagal dalam satu perbuatan sebab mungkin kita kurang mengadakan persiapan.
Janganlah menangis kalau uang kita hilang dijalan sebab mungkin kita kurang bersedekah dan beramal.
Jangnlah menangis kalau tidak dinaikkan pangkat. Yakinlah rezeki itu adalah pemberian Tuhan.
Maka dari itu... simpanlah air mata dan tangisan itu semua untuk bekal menginsafi segala kejadian yang telah kita alami. Mungkin segala dosa-dosa yang berupa bintik-bintik hitam sudah mengelamkan hati hingga sukar untuk menerima hidayah dari Allah.
Serulah air mata itu dari persembunyiannya di balik kelopak mata agar ia menetes, membasahi, dan mencuci hati agar ia putih kembali, juga semoga ia dapat melebur dosa-dosa, dan semoga akan mendapat ampunan-Nya juga.

Aswi,Bang dan Hendra Veejay. keajaiban air mata. Aurora Ekamedia: Bandung,2009.