Sabtu, 05 Maret 2016

Pendidikan Islam pada Masa Rasulullah SAW

PENDIDIKAN ISLAM pada MASA RASULULLAH SAW



Pendidikan Islam pada masa Rasulullah SAW dapat dibedakan menjadi 2 periode yaitu periode Makkah dan periode Madinah.

1. Pendidikan Islam pada Masa Rasulullah SAW di Makkah.
    
   Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama di Gua Hiro daerah kota Makkah pada tahun 610 M. Dalam wahyu yang itu termaktub ayat Al Quran yang artinya "Bacalah (ya Muhammad) dengan nama Tuhanmu yang telah menjadikan (semesta alam). Dia menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu maha pemurah. Yang mengajarkan denga pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya". (QS. Al Alaq : 1-5)
 
    Kemudian disusul oleh wahyu yang kedua termaktub ayat Al Quran yang artinya : "Hai orang yang berkemul (berselimut). Bangunglah, lalu berilah peringatan dan Tuhanmu agungkanlah dan pakianmu bersihkanlah dan perbuatan dosa tinggalkanlah. Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah". QS Al Mudatsir : 1-7).

   Dengan turunnya wahyu Nabi Muhammad SAW telah diberi tugas oleh Allah, supaya bangun melemparkan kain selimut dan menyingsingkan lengan baju untuk memberi peringatan dan pelajaran kepada seluruh umat manusia, sebagai tugas suci, tugas mendidik dan mengajarkan Islam. Kemudian kedua wahyu itu diikuti oleh wahyu-wahyu yang lain. Semuanya itu disampaikan dan diajarkan oleh Nabi SAW, mula-mula kepada karib kerabatnya dan teman sejawatnya dengan sembunyi-sembunyi. Setelah banyak orang memeluk Islam, lalu Nabi menyediakan rumah Al-Arqam bin Ali Arqam untuk tempat pertemuan sahabat-sahabat dan pengikutnya. Ditempat itulah pendidikan Islam pertama dalam sejarah pendidikan Islam. Disanalah NabiSAW mengajarkan dasar-dasaratau pokok-pokok agama Islam kepada sahabat-sahabatnya dan membacakan wahyu-wahyu (ayat-ayat) al Quran kepada para pengikutnya serta Nabi SAW menerima tamu dan orang-orang hendak memeluk agama Islam atau menanyakan hal-hal yang berhubunga dengan agama Islam. Bahkan disanalah Nabi SAW beribadah (sholat) bersama sahabat-sahabatnya.

  Dalam masa pembinaan pendidikan agama Islam di Makkah Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan Al Quran karena Al Quran merupakan intisari dan sumber pokok ajaran Islam. Disamping itu Nabi Muhammad SAW, mengajarkan tauhid keapda umatnya.


   Mahmud Yunus dalam bukunya Sejarah Pendidikan Islam, menyatakan bahwa pembinaan pendidikan Islam pada masa Makkah meliputi :
a. Pendidikan Keagamaan
   Yaitu hendakklah membaca dengan nama Allah semata jangan di persekutukan dengan nama berhala.
b. Pendidikan Aqliyah dan Ilmiyah
   Yaitu mempelajari kejadian manusia dari segumpal darah dan kejadian alam semesta.
c. Pendidikan Akhlak dan Budi Pekerti
  Yaitu Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada sahabatnya agar berakhlak baik sesuai dengan ajaran tauhid.
d. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.
    Yaitu mementingkan kebersihan pakaian, badan dan tempat kediaman.


2. Pendidikan Islam pada Masa Rasulullah SAW di Madinah
    Berbeda dengan periode di Makkah, pada periode di Madinah Islam merupakan kekuatan politik. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. Nabi Muhammad SAW juga mempunyai kedudukan, bukan saja sebagai kepala agama, tetapi juga sebagai kepala Negara.
     Cara Nabi SAW melakukan pembinaan dan pengajaran pendidikan agama Islam di Madinah adalah sebagai berikut :

1. Nabi Muhammad SAW mengikis habis sisa-sisa permusuhan dan pertentangan antarsuku, dengan jalan mengikat tali persaudaraan orang-orang, mula-mula diantara sesama Muhajirin, kemudian diantara Muhajirin dan Anshar. Dengan lahirnya persaudaraan itu bertambah kokohlah persatuan kaum muslimin.
2. Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada kaum Muhajirin untuk berusaha dan bekerja sesuai dengan kemampuan dan pekerjaan masing-masing seperti waktu di Makkah.
3. Untuk menjalin kerjasama dan saling menolong dalam rangka membentuk tata kehidupan masyarakat yang adil dan makmur, turunlah syariat zakat dan puasa, yang merupakan pendidikan bagi warga masyarakat dalam tanggung jawab sosial, baik secara materiil maupun moral.
4. Disayariatkannya media komunikasi berdasarkan wahyu, yaitu shalat jumat yang dilaksanakan secara berjamaah dan adzan. Dengan sholah jumat tersebut hampir seluruh warga masyarakat berkumpul untuk secara langsung mendengar khutbah dari Nabi Muhammad SAW dan shalat jamaah jumat.
5. Nabi SAW mengadakan perjanjian dengan kaum Yahudi, penduduk Madinah. Dalam perjanjian itu ditegaskan, bahwa kaum Yahudi bersahabat dengan kaum muslimin, tolong-menolong, bantu-membantu, terutama bila ada serangan musuh terhadap Madinah. Mereka harus memperhatikan negri bersam-sama kaum Muslimin, disamping itu kaum Yahudi merdeka memeluk agamanya dan bebas beribadat menurut kepercayaannya. Inilah salah satu persahabatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar